Back to the wagu. Nggak ngerti kenapa setiap udah buka blogg, lagi menuang pembukaan, semua yang aku rekam di otak, yang harusnya tersampaikan di blogg, dengan segampang menampar orang, ingatan pura-pura menghilang.
Intinya? Aku lupa mau cerita apa -__-
Okedeh, cari-cari topik lain. *cari file di lemari-lemari dalam otak*
Mengenai boy dan girl band Indonesia. Or whatever we called i-Pop. Masuk akal sih, masuk akal kok. Boleh aja, kita ikut-ikut deh bikin pop-pop-an. Keren. Cukup keren. Tapi plissssssss! Jangan lembek dan lemah gemulai. Bisa diliat, mereka lipsync. Apa gunanya nyanyi lipsync doang dan segampang menampar orang, itu yang bikin acara bayar mereka? Buang-buang uang aja, kalo bisa disetelin lagunya doang nggak usah panggil orangnya sekalian dan nggak usah dibayar cuma lipsync kan? Walaupun nggak cuma boy/girlband doang sih.. Semua grup band yang memanfaatkan lipsync. Anak kecil juga bisa dibayar kalo cuma suruh lipsync dan joget lembek begitu.
Mana lirik lagu jaman sekarang itu berkontroversi. Sampe anak kecil jaman sekarang bisa niruin kata-kata yang seharusnya belom bagus untuk mereka denger mereka tiruin malah. Nggak peduli ibu mereka ngajarin baik, udah terlanjur tercemar.
Positifnya, memajukan rekaman-rekaman. Menghibur. Tapi plisssssss, jangan tiru-tiru. Menambah kosakata bagi anak-anak kecil. Menjadi bahan lelucon. What else? Gimme more~
Nggak mau nyampah sih, pengen curhat. Setelah kemaren liat salah satu girlband manggung di salah satu acara televisi. Plisssssssss, itu terlalu keren untuk dibilang bagus. Plisssss, itu lipsync. Plissssss men, plisssssss that's so weird~ Gerakan mereka nggak sama, tapi mereka terlalu terlena udah terkenal. So, mereka jelek. You know whatta mean babe? Good.
Udah ah, sudah malam ikan bobok. Bye.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar